Senin, 26 November 2012

Catatan kecil untuk temanku: Lisa Oktaviana 

------------------------------------------------------------------------
 
Andai Waktu Bisa Terulang

Jika ada sesuatu yang sangat berharga, maka itu adalah waktu.

Siapapun orangnya, tidak akan bisa mengulang setiap waktu yang sudah terlewatkan. Tidak peduli seberapa kaya orang itu, seberapa penting jabatannya, waktu tidak mau diajak kompromi. Ia akan terus berjalan.Tidak peduli apakah orang-orang mampu melewatinya dengan menyenangkan, atau sebaliknya.

Setiap orang, dimanapun ia berada, memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Tidak ada yg mendapatkan lebih, meski hanya satu menit saja. Semua sama. Tidak kurang, tidak lebih. Jika kemudian waktu bisa terulang, tentu kita semua mengharap melakukan hal-hal yang baik saja. Memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan. Sayangnya, waktu memang tidak akan pernah bisa terulang.
Teman, untuk mencapai segala macam kesempurnaan, memang selalu dibutuhkan proses 'trial and error". Oleh sebab itu, jika kemarin atau hari ini Anda melakukan kesalahan, carilah kesempatan untuk memperbaikinya.

Jika kita gagal melakukan sesuatu hal, bukan berarti itu akhir segalanya. Belajarlah dari kesalahan, dan berusahalah untuk tidak mengulanginya.Belajarlah memaafkan diri sendiri & memaafkan orang lain, karena tidak ada manusia yang sempurna!

Yang lalu biarlah berlalu. Mungkin akan menjadi pengalaman selama hayat. Bagaimanapun diri Anda di masa lalu, itu tidaklah penting. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana diri Anda di masa depan!
 
Keep fight! :-)
 
dari temanmu,
Ahira

ketika kenyataan tidak sesuai dengan impian

Teman...
Mungkin saat ini di antara kita ada
yang tengah berada dalam "penjara
kesulitan". Dan kesempatan yang
dimiliki terasa begitu kecil.

Teman...
Jangan berkecil hati... Jangan menyerah...
Teruslah berusaha...!

Lakukan apa yang bisa dilakukan,
sebaik-baiknya, dan
sebenar-benarnya.
Ingatlah bahwa...

KESEMPATAN SEKECIL APAPUN
ITU MENUNJUKKAN MASIH
ADANYA HARAPAN!
Di bawah adalah artikel yang saya janjikan
minggu yang lalu, yaitu:
"Apa Yang Harus Dilakukan Saat Kenyataan
Tidak Sesuai Dengan Impian?"
Selamat membaca, semoga bermanfaat! :-)

memaknai arti kehilangan

Untuk temanku Lisa
 
--------------------------------------------------
 
Memaknai Arti Kehilangan

Ada seorang perempuan yang merasa sangat kehilangan saat ditinggal mati suami yang sangat dicintainya. Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia memutuskan untuk mengawetkan mayat suaminya dan meletakkannya di dalam kamar. Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu merasa dengan kematian suaminya, maka tidak ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya. Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut, dan dia mengatakan bisa menghidupkan kembali suaminya. Dengan syarat dia meminta disediakan beberapa bumbu dapur yang mana hampir setiap rumah memilikinya. Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya belum pernah ada yang meninggal dunia sama sekali.

Mendengar hal itu, muncul semangat di hati sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh kerabatnya. Entah itu orang tua, suami, nenek, kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah meninggal.

Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang dibutuhkan. Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh orang yang disayanginya.

Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang bijak dan menyatakan pasrah akan kematian suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua orang pasti pernah mengalami masalah sebagaimana yang dihadapinya.

Pesan dari kisah di atas adalah, jangan pernah menganggap bahwa masalah yang ada pada kita merupakan masalah yang paling besar, sehingga kita mengorbankan waktu hanya untuk terus meratapi musibah tersebut. Yakinlah, bahwa semua orang di dunia ini pernah mengalami musibah,  apapun bentuknya. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang menghadapi dan menyikapi masalah yang ada pada dirinya. :-)
 
Ahira

kisah Tukang Kayu


Dear Lisa,
Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya.
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa.Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya.
Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tidak dengan segenap hati.Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, "Kerjakanlah dengan yang terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada."Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan. Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.
Saat rumah itu selesai. Sang mandor datang untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, "Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!"Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang ia bangun dengan asal-asalan.Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini. Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan Anda. Setiap kali Anda memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah dengan segenap hati dan bijaksana.Sebab kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihanmu di masa lalu. Masa depanmu adalalah hasil dari
keputusanmu saat ini

Harga Sebuah Perubahan

"Bukan yang paling kuat yang bisa
bertahan hidup, bukan juga yang
paling pintar. Yang paling bisa
bertahan hidup adalah yang paling
bisa beradaptasi dengan perubahan." -
Charles Darwin
Dear Lisa yang mudah beradaptasi,
Untuk bertumbuh, Anda perlu melakukan
perubahan. Suatu perubahan selalu
menuntut pengorbanan Anda. Baik itu
keuangan, waktu, energi atau
kreativitas. Kenyataannya, perubahan
tanpa pengorbanan bukanlah perubahan
yang sebenarnya!
Sebagian orang ada yang menganggap
perubahan adalah pertumbuhan,
sebagian lagi ada yang beranggapan
perubahan adalah penderitaan.
Jika Anda memandang perubahan itu
sebagai pertumbuhan, apapun itu
pengorbanannya walaupun membuat Anda
lebih sedikit menderita, ingat saja
pada hasil akhirnya.
Seekor ulat harus berjuang dalam
kepompong sebelum menjadi kupu-kupu
cantik. Sebuah mutiara pun dihasilkan
dari pasir yang masuk ke dalam tubuh
kerang yang halus. Untuk menghasilkan
mutiara cantik yang berharga ini,
sebuah kerang harus menahan sakit
yang luar biasa.
Jika Anda ingin merombak keadaan yang
telah mapan, pakar manajemen Tom
Peters memberikan nasihatnya, "Jangan
guncang perahunya. Tenggelamkan dan
mulailah bangun yang baru."
Kadang-kadang Anda harus keluar dari
zona aman dan memusnahkan yang lama
untuk mendapatkan sesuatu yang baru
dan lebih baik.
Jangan biarkan Anda lumpuh oleh
ide-ide perubahan. Beradaptasilah.
Lihatlah sebagai peluang yang lebih
menguntungkan.

 


"Kepemimpinan bagi saya berarti tugas,
kehormatan dan negara. Itu berarti
karakter dan itu berarti mendengarkan
dari waktu ke waktu" - George W. Bush

Dear Lisa,
Kebanyakan orang cenderung lebih
senang membicarakan dirinya sendiri
dibandingkan mendengarkan. Hanya
orang-orang  berpengaruh yang
memahami nilai luar biasa jadi
pendengar yang baik. Seperti yang
dikatakan senator Amerika Serikat,
Lyndon B. Johnson, Anda tidak akan
pernah belajar apa-apa jika Anda
terus bicara.
Kemampuan mendengarkan secara cerdas
merupakan kunci untuk dapat
mempengaruhi orang lain. Mendengarkan
memberikan manfaat dalam membangun
hubungan, meningkatkan pengetahuan,
membangkitkan ide, membangun
loyalitas dan menunjukan rasa hormat
kepada orang lain.
Sekilas mendengarkan orang lain
tampak hanya menguntungkan mereka,
tetapi dengan menjadi pendengar yang
baik, Anda sebenarnya menempatkan
diri pada posisi membantu diri
sendiri.
Melalui mendengarkan, Anda memiliki
kemampuan untuk mengembangkan
hubungan yang lebih kuat,
mengumpulkan informasi berharga dan
meningkatkan pemahaman  Anda mengenai
diri sendiri dan orang lain. 
Herb Cohen, seorang negosiator
terbaik dunia mengatakan:
"Mendengarkan secara efektif
membutuhkan lebih dari sekedar
mendengarkan kata-kata yang
disampaikan orang. Mendengarkan
menuntut Anda menemukan makna dan
pemahaman atas apa yang sedang
dikatakan. Lagi pula, makna bukan
terletak di dalam kata-kata,
melainkan di dalam seseorang."
Lisa, jadilah pendengar baik, sebelum
menjadi pembicara yang baik. :-)

kejarlah mimpimu


"Semua mimpi kita dapat terwujud,
asalkan kita punya keberanian untuk
mewujudkannya" - Walt Disney

Sesaat… pikirku tertahan dengan semua bakat seorang anak yang menurutku luar biasa. Dengan semua keterbatasan yang terjadi pada dirinya, tidak membuatnya bergantung pada orang tuanya. Ia bukanlah berasal dari seorang yang kaya, melainkan sebaliknya. Keadaan seperti itu, tidak serta merta menjauhkannya dari senyum ceria yang ia berikan pada semua orang. Pikiran itu, membuatku untuk tertarik melihat apakah ada sepucuk surat dari seorang Ahira untukku, iseng membuka message email, ternyata benar ada kiriman yang belum aku baca, ini yang teman ku berikan….

Semua orang diciptakan istimewa oleh
Tuhan dengan bakatnya masing-masing.
Tapi terkadang mereka terhalang oleh
pikirannya sendiri dalam
mengembangkannya.
Zig Ziglar, motivator dunia
mengkategorikan orang-orang  yang
tidak mengembangkan bakatnya ke dalam
4 golongan.

Orang pertama adalah yang menyangkal
dirinya memiliki bakat. "Ah, saya
tidak punya bakat apa-apa"
sangkalnya. Ia merasa tidak perlu
berbuat sesuatu atau berkontribusi
bagi orang lain atau kehidupan umat
manusia.

Orang kedua suka menunda-nunda. "Saya
memang punya bakat. Tapi, tidak
sekarang mengembangkannya. Mungkin
besok, lusa atau nanti sajalah"
begitu alasannya.

Orang ketiga adalah yang merasa
takut. "Sebetulnya saya ingin
mengembangkan bakat saya. Tapi takut
gagal, daripada saya ditertawakan
orang, lebih baik saya diam saja,
bukankah lebih aman?" itu selalu yang
dikatakannya.

Orang keempat tidak mau bertanggung
jawab. Dia selalu berdalih bahwa
orang lain atau keadaanlah yang
salah. "Bagaimana saya dapat
mengembangkan bakat saya kalau orang
di sekitar saya dan keadaan tidak
mendukung" katanya menyalahkan
keadaan.

Lisa, temanku yang berbakat, saya
yakin Anda tidak termasuk dalam
keempat tipe orang tersebut. Bakat
Anda terlalu sayang untuk
disia-siakan, karena artinya Anda
menyia-nyiakan anugrah Tuhan. Tuhan
telah mendesain dan menciptakan
manusia dengan keistimewaannya
masing-masing. Kembangkan bakatmu,
kejarlah mimpimu. 


**setelah membaca kiriman tersebut, pertanyaanku belum terjawab begitu saja. Aku menjadi semakin ingin tau dimana bakat yang mereka bilang itu. Karena aku yakin, setiap orang memiliki bakatnya sendiri-sendiri, layaknya sebuah identitas yang membedakannya dengan yang lainnya. ^-^

Menepis Kabut Ketakutan

"Untuk sukses, keinginan Anda untuk
menjadi sukses harus lebih besar
daripada ketakutan Anda terhadap
kegagalan" - Bill Cosby

Sebuah kiriman yang aku dapatkan dari seorang teman nan belum pernah aku kenal sebelumnya. Sering ia mengirimkan tulisan-tulisan motivasi yang membuatku berfikir kembali bagaimana caranya dia, seorang Ahira begitu lihai dalam menuliskan kalimat-kalimat demikian dan mengirimkannya kepadaku. Mungkin aku bukanlah satu-satunya orang yang mendapatkan kiriman itu, tapi, aku merasa aku begitu diperhatikan dengan kiriman tulisan yang ia berikan.
Kiriman darinya, aku jadikan catatan agar bisa berbagi dengan siapapun.
Dear Lisa,
Barangkali Anda tidak menyadari bahwa
Anda sering merasa takut. Takut
kehilangan pekerjaan, takut
pernikahan tidak bertahan, takut anak
Anda bergaul dengan orang yang salah.
Ketakutan dan iman seperti tampak
tidak sama, tetapi keduanya mempunyai
kesamaan. Keduanya minta kita untuk
mempercayai sesuatu yang tidak dapat
kita lihat.
Iman berkata: percayalah pada hal
yang positif. Penyakit itu tidak
bersifat permanen. Hanya bersifat
sementara.
Ketakutan berkata: percayalah pada
hal yang negatif. Bisnis sedang
merosot, Anda akan jatuh.
Jika setiap hari Anda memikirkan
ketakutan-ketakutan itu berulang
kali, semua itu akan menjadi
kenyataan.
Ketakutan ibarat kabut. Ia seperti
menutupi keseluruhan jalan, tapi
sebenarnya tidak. Ketakutan terasa
besar. Ketakutan seperti
mengintimidasi. Ia seakan memberitahu
Anda: Anda tidak akan pernah sehat,
anak Anda tidak akan pernah berubah,
keuangan Anda akan sulit.
Nah, Lisa, takala ketakutan datang,
balas dan katakan pada ketakutan itu
dengan gagah:
"Kamu kedengaran mengagumkan.
Kamu kelihatan kuat. Tetapi saya

mengetahui yang sebenarnya! Tidak ada
yang berarti dalam dirimu. Kamu
kelihatan permanen, tetapi saya tahu
kamu hanya sementara! Segala sesuatu
dalam kehidupanku mungkin agak suram,
tapi sebentar lagi kehidupanku akan
bersinar
Anda barangkali belum melihat
hari-hari yang lebih baik di masa
depan, tetapi tak perlu  buang energi
untuk terus merasa khawatir.
Hubungkanlah diri Anda dengan Tuhan,
sumber kekuasaan tertinggi, dan
gunakan energi itu untuk mempercayai
hal-hal positif.
Salam sayang dari sahabatmu,
Ahira

Sabtu, 12 Mei 2012

kul. psikologiKom....

ketika ku mohon pada Allah kekuatan 
 Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat 
ketika ku mohon pada Allah kebijaksanaan 
 Allah memberiku akal untuk berfikir  
ketika kumohon pada Allah keberanian 
 Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi... 
ketika ku mohon pada Allah cinta, 
Allah memberiku orang bermasalah untuk kutolong
  ketika ku mohon pada Allah bantuan
 Allah memberiku kesempatan...   

ALLAH TIDAK PERNAH MEMBERI APA YANG KU PINTA, 

TAPI AKU MENERIMA SEGALA YANG AKU BUTUHKAN

 "DO`A KU TERJAWAB SUDAH"  

semuanya berjalan begitu saja

Ga terasa, aku berjalan sudah sejauh ini… semuanya berlalu begitu cepat jika aku melihat dan mengenang apa yang sudah terjadi belakangan ini, menjadi mahasiswa semester 6 juga sudah akan berakhir …me review kembali apa yang sudah aku jalani, rasanya dulu aku ragu mampu bertahan dibangku kuliah sampai sejauh ini. Ini bukanlah perjalanan dimana aku pantas untuk mengatakan aku sudah hampir berada di penghujung pendidikanku, namun, saat inii aku sedang berada di pertengahan,… jalanku untuk mengatakan mundur, sangat di sayangkan sekali, jika aku harus berhenti… apa yang akan aku perbuat di tengah perjalanan.. Aku tidak mengetahuinya, hal yang harusnya aku lakukan saat ini adalah mengupulkan semangat, dan mengatakan aku akan mencari jalan terusan dari kisah ku ini, aku tidak ingin selamanya berada ditengah, dan aku juga tidak menginginkan untuk mengatakan aku akan menaklukkan jalan didepan, karena, bagiku kata tersebut adalah semangat untuk mereka yang sombong… aku ingin memasrahkan semuanya pada Dia Yang Maha Kuasa, aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik, dan memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang menyayangiku, untuk orang yang tulus mencintaiku, dan untuk orang yang selalu mendo`akanku…


testing....

Selasa, 08 Mei 2012

Ibunda kenapa engkau menangis??



Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya, “ibu, mengapa ibu menangis?” ibunya menjawab, “sebab, ibu adalah seorang wanita nak.” Dan sianak agak sedikit bingung, “aku tidak mengerti ibu”ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “anakku, kamu memang tidak akan pernah mengerti.” Kemudian, anak itu bertanya kepada ayahnya, “ayah, mengapa ibu menangis? Sepertinya ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas.” Sang ayah menjawab, “semua wanita memang menangis tanpa ada alasan.” Hanya itu jawaban yang bisa diberikan oleh sang ayah. Lama kemudian, si anak tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis?
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, mengapa wanita mudah sekali menangis?” dan didalam mimpinya Tuhan menjawab,”saat Ku ciptakan Wanita, aku menciptakannya sangat utama. Ku ciptakan bahunya agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya. Walaupun bahu itu, harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur, Ku berikan Wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya. Walau seringkali ia kerap kali menerima cerca dari anaknya itu, Ku berikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyera saat semua orang sudah putus asa. Pada wanita, Ku berikan kesabaran untuk merawat keluarganya, walau letih, sakit, lelah, tanpa berkeluh kesah. Ku berikan kepada wanita perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau tidak jarang, anak-anaknya melukai perasaannya. Melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap, sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat ia di dekap lembut olehnya, Ku berikan pada Wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tidak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian, dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai istrinya, walau seringkali kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar saling melengkapi, dan saling menyayangi. Dan akhirnya Ku berikan ia air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya, inilah yang Khusus Ku berikan kepada wanita. Agar dapat digunakan kapanpun yang  ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki oleh wanita, walaupuun sebenarnya air mata ini, adalah air mata kehidupan. Maka dekatkanlah dirimu kepada sang ibu, kalau beliau masih hidup. Karena di kakinyalah kalian akan menemukan syurga. ”
*Resonansi Jiwa

Minggu, 06 Mei 2012

*akeela



Ketakutan terdalam kita adalah bukan karena kita tidak cakap
Ketakutan terdalam kita adalah kekuatan kita dalam mengukur
Kita bertanya pada diri kita sendiri…….."siapa aku sehingga aku cerdas,hebat, berbakat dan menakjubkan sebenarnya ……..??"
Siapa sebenarnya dirimu???
Kita dilahirkan untuk membuat manifestasi
Kemudian Tuhan pada diri kita
Dan begitu kita biarkan cahaya kita manyala tanpa sadar kita berikan orang lain kesempatan untuk lakukan hal yang sama……….




Dibalik semua air matamu, ada sebuah senyam
Dibalik semua hujan ada sinar matahari
Sepanjang mil dan mil
Semuanya
Maksudmu semuanya
Semuanya untukku???

*akeela


Ketakutan terdalam kita adalah bukan karena kita tidak cakap
Ketakutan terdalam kita adalah kekuatan kita dalam mengukur
Kita bertanya pada diri kita sendiri…….."siapa aku sehingga aku cerdas,hebat, berbakat dan menakjubkan sebenarnya ……..??"
Siapa sebenarnya dirimu???
Kita dilahirkan untuk membuat manifestasi
Kemudian Tuhan pada diri kita
Dan begitu kita biarkan cahaya kita manyala tanpa sadar kita berikan orang lain kesempatan untuk lakukan hal yang sama……….




Dibalik semua air matamu, ada sebuah senyam
Dibalik semua hujan ada sinar matahari
Sepanjang mil dan mil
Semuanya
Maksudmu semuanya
Semuanya untukku???

Ketakutan terdalam kita adalah bukan karena kita tidak cakap
Ketakutan terdalam kita adalah kekuatan kita dalam mengukur
Kita bertanya pada diri kita sendiri…….."siapa aku sehingga aku cerdas,hebat, berbakat dan menakjubkan sebenarnya ……..??"
Siapa sebenarnya dirimu???
Kita dilahirkan untuk membuat manifestasi
Kemudian Tuhan pada diri kita
Dan begitu kita biarkan cahaya kita manyala tanpa sadar kita berikan orang lain kesempatan untuk lakukan hal yang sama……….




Dibalik semua air matamu, ada sebuah senyam
Dibalik semua hujan ada sinar matahari
Sepanjang mil dan mil
Semuanya
Maksudmu semuanya
Semuanya untukku???

Selasa, 01 Mei 2012

teman itu... bukan karena butuh... tapi karena nyaman^-^


Dalam keramaian suasana kelas, ketika menunggu dosen datang, sontak  aku kaget…. Sangat sangat kaget dan tidak percaya saat aku mendengar dengan jelas seseorang berkata, "aku berteman karena memang aku membutuhkan dia, kita berteman karena memang kita memerlukan sesuatu darinya, dan itu merupakan alasan bagiku untuk menjalin pertemanan." kata-kata itu, masih terngiang dengan jelas di telingaku. Aku tidak hanya mendiamkan begitu saja, dan aku tidak membenarkan begitu saja ucapan yang keluar dengan lancarnya dari mulut seorang yang sudah aku anggap teman dekat bahkan aku anggap dia saudaraku sendiri.

"aku berrteman, bukan karena aku membutuhkan dia, tapi aku berteman karena aku merasa nyaman untuk melakukannya, dan juga karena memang kita manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, terlepas nantinya kita akan saling melengkapi." belaku ketika ia membenarkan pendapatnya.

Lelah aku beradu pendapat dengannya, aku keluar… dan benar2 tidak tauu harus membenarkan dan mempercayai siapa…

Teman itu apa??
Kenapa kita harus berteman??
Apa benar, kita berteman hanya didasarkan oleh kebutuhan semata???
Kalau benar demikian, artinya usia dari kata teman itu akan sangat singkat???


Kecewa, sangat sangat kecewa mendengar hal demikian… "kamu ini bodoh, makanya kamu bisa diperalat oleh semua teman-teman, karena kamu menganggap orang yang berteman memang tulus berteman, memang murni mau berteman."

Kalimat itu, akan selalu aku pertanyakan….

Aku hanya bisa berharap, semoga hanya dia saja yang mengatakan bahwa berteman itu di landasi oleh kebutuhan.

Bagiku, alasan aku berteman adalah karena kenyamanan.

Kamis, 26 April 2012

rahasianya...


Hampir semua ceritaku, ia tau… apa yang seharusnya tidak aku ceritakan pada orang- orang di sekitarku, aku ceritakan padanya. Tidak ada pembatas yang aku rasakan saat aku bersama dengannya, sehingga semua yang ada dipikiranku keluar bersamaan dengan percakapan itu…bagaimana diriku, ia tau, sifatku hampir semuanya ia bisa menebaknya…. Bahkan sekarang semakin lama aku bersama dengannya, aku merasa tak perlu mengatakan apa- apa lagi, karena ia sudah bisa menebak apa yang aku pikirkan  apa yang akan aku lakukan…
Rasa takutku, bagaimana aku melihat orang sekitar ia sangat paham itu…

Tapi tidak denganku, aku sama sekali tidak mengerti bagaimana ia, banyak hal yang kami ceritakan, tapi tak banyak pengertian yang bisa aku pahami darinya, ia sangat menjaga rahasia yang ada padanya. Ia bahkan merahasiakan kegiatannya padaku, (sangat jarang sekali ia mengatakan ia "aku sibuk, dan saat ini aku tidak ingin di ganggu. Atau ia bahkan tidak mengatakan nanti dulu,"), ia mendiami aku saat dirinya merasa jenuh, bosan, atau mungkin diam karena aku terlalu bawel untuknya.Ia selalu mencari tau apa yang ada pada diriku, mulai dari keluarga, teman, hingga keseharianku…aku sangat mempercayainya. Tak terlintas sedikitpun apakah yang ia katakan itu membohongi aku, dan dengan rahasianya atau mungkin kebohongan yang ia perbuat aku merasa sangat nyaman… apa yang harus aku lakukan??? aku sudah terlanjur percaya padanya, dari awal, sampai detik ini aku sangat percaya padanya.

Kami memulai hubungan pertemanan yang benar- benar dekat semenjak dua tahun terakhir ini, memang sebelumnya kami saling kenal karena memang sejak kecil aku "tau" ia, tapi aku tidak "mengenalnya" kebetulan sekolah kami itu satu komplek, berdekatan. Saat itu aku tau dia adalah sosok anak laki- laki yang biasa saja dan tidak banyak yang aku tau darinya, setelah beberapa tahun kami mendapatkan pendidikan di sekolah dasar, kamipun bertemu di kelas yang sama, yaitu di kelas dua SMP tepatnya di kelas 2.8 SMP N 1 Pp, aku dan dia satu kelas, bahkan aku sempat duduk tepat dibelakangnya. Di kelas itulah aku mulai ingin menjadi teman dekatnya, tapi tidak  bisa aku lakukan. Aku ingin menjadi teman dekatnya karena aku kagum padanya, seorang laki- laki baik, pengertian terhadap semua, apapun itu ia juga dipercaya oleh teman- teman yang dekat dengannya. Sayangnya saat itu yang aku lihat ia seolah menutup diri dengan lingkungan yang baru. Ia bergaul dengan semua, tapi yang aku lihat darinya ia tidak membiarkan temannya yang lain mengerti apa yang dia mau.

Kami berpisah setelah kenaikan kelas, dan tanpa aku sadari kami di pertemukan lagi oleh-Nya di sekolah yang awalnya aku anggap sebagai tempat pelarian, sekolah itu adalah MAN Pp, di sekolah itu, memang aku dan ia tidak pernah satu kelas, tapi aku bisa bercerita dengannya saat kegiatan ekskul.Pramuka. Memang saat itu bahkan sampai sekarang aku hanya mencoba bagaimana untuk menjadi temannya, apa saja yang harus aku katakan padanya sehingga ia merasa nyaman  saat berada dekat denganku, tetap saja yang aku lakukan aku hanya bisa mengucapkan beberapa kalimat padanya, kemudian berlalu begitu saja. Tidak berkesan sedikitpun.

Sempat aku berpikir kenapa aku sangat ingin menjadi teman dekatnya waktu itu, aku hanya bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang aku buat sendiri itu, karena ia adalah seoranng yang damai yang aku lihat. Ia memiliki banyak teman, dan ia orang yang ikhlas, ntah dari segi mana aku melihat sifat itu darinya, tapi itulah yang aku rasakan, dan aku ingin mengenalnya, jauh dari itu aku sangat berkeinginan memiliki seorang sahabat laki-2. dulu aku sangat ingin sekali merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang kakak laki- laki, bagaimana aku dilindungi oleh kakak laki-2 itu, aku memang mendapatkan perhatian sosok laki- laki hebat, yaitu... Ayah, ya hanya dari ayah aku bisa merasakan perhatian dan kasih sayang yang tulus, tapi aku tidak mungkin menceritakan apapun yang aku alami setiap harinya pada ayah hanya untuk mendapat tambahan perhatian darinya, karena ayah adakah sosok laki- laki perkerja keras, ia tidak ingin melihat istri dan anak- anaknya kekurangan sedkitpun. Mana mungkin aku menambahkan cerita- ceritaku pada ayah,  karena itu aku sangat ingin ssekali memiliki kakak laki- laki. Tapi itu tidak mungkin dan sangat tidak mungkin. Aku beralih dengan selalu berkhayal memiliki sahabat laki- laki. Semenjak aku duduk di bangku kelas satu, rasa ingin mendapatkan perhatian dari sosok kakak laki- laki itu semakin besar, dan beberapa orang laki- lakipun sempat dekat denganku. Tapi mereka tidak memberikan apa yang aku mau, mereka malah menuntutku mereka menyatakan suka padaku, bukan itu yang aku inginkan,  aku hanya ingi berteman dan aku hanya ingin benar- benar dekat dengannya. Karena aku pikir jika aku membalas apa yang mereka katakan padaku, itu artinya aku sudah memiliki pasangan, tidak ada yang bisa menjamin aku kan nyaman dengan hanya selalu berdua begitu saja. Beberapa orang laki- laki yang awalnya merasa nyaman aku dengannya selalu menyatakan perasaannya padaku, sehingga aku benar- benar takut dengan hal itu,

Sempat aku berpikir apa aku tidak akan mendapatkan sahabat laki- laki??? Aku iri dengan orang yang di keluarganya lengkap, ada perempuan dan ada laki-2 selain ayah di dalamnya. Setiap aku berusaha dekat dengan laki- laki, beberapa dari mereka mengira aku menginginkan perasaannya sebagai seorang kekasih, tapi mereka tidak menunjukkan sosok seorang kakak yang aku cari. Mereka yang aku temui tidak bsa mengatur-2ku. tidak bisa mengijinkan aku memahaminya, dan kalau aku salah, ia lebih banyak mendiami aku dengan kesalahan yang aku perbuat.
Sampai akhirnya aku merasakan sosok itu ada padanya, ia marah, ia perhatian, ia bisa melarang dan ia bisa menyuruhku apapun itu tanpa batas, ia bisa menilai bagaimana sikap yang ia harus lihatkan dan tidak dilihatkan padaku. Sejalan dengan itu aku menyukai sosoknya, ia sangat sempurna bagiku, bahkan ia mampu menakutiku. Dekatnya aku dengannya saat ini, tidak membuatnya melakukan hal yang dilakukan mereka yang sudah dekat denganku sebelumnya, ia tidak mengatakan perasaannya langsung padaku, sehingganya aku tidak takut padanya.

diamnya membuat ku merasa sangat bersalah...

Yang aku sesali sekarang, ia begitu banyak menyimpan rahasia, aku tidak mampu membalas apa yang sudah ia berkan padaku, karena ia menutup semuanya dariku. Ia hanya ingin aku mendapatkan perhatian padanya tanpa aku minta, tapi ia tidak mengijinkan aku mengerti akan dirinya. Rahasianya kebohongannya ataupun kejujurannya membuatku nyaman.


Template by:

Free Blog Templates