Selasa, 08 Mei 2012

Ibunda kenapa engkau menangis??



Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya, “ibu, mengapa ibu menangis?” ibunya menjawab, “sebab, ibu adalah seorang wanita nak.” Dan sianak agak sedikit bingung, “aku tidak mengerti ibu”ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “anakku, kamu memang tidak akan pernah mengerti.” Kemudian, anak itu bertanya kepada ayahnya, “ayah, mengapa ibu menangis? Sepertinya ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas.” Sang ayah menjawab, “semua wanita memang menangis tanpa ada alasan.” Hanya itu jawaban yang bisa diberikan oleh sang ayah. Lama kemudian, si anak tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis?
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, mengapa wanita mudah sekali menangis?” dan didalam mimpinya Tuhan menjawab,”saat Ku ciptakan Wanita, aku menciptakannya sangat utama. Ku ciptakan bahunya agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya. Walaupun bahu itu, harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur, Ku berikan Wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya. Walau seringkali ia kerap kali menerima cerca dari anaknya itu, Ku berikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyera saat semua orang sudah putus asa. Pada wanita, Ku berikan kesabaran untuk merawat keluarganya, walau letih, sakit, lelah, tanpa berkeluh kesah. Ku berikan kepada wanita perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau tidak jarang, anak-anaknya melukai perasaannya. Melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap, sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat ia di dekap lembut olehnya, Ku berikan pada Wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tidak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian, dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai istrinya, walau seringkali kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar saling melengkapi, dan saling menyayangi. Dan akhirnya Ku berikan ia air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya, inilah yang Khusus Ku berikan kepada wanita. Agar dapat digunakan kapanpun yang  ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki oleh wanita, walaupuun sebenarnya air mata ini, adalah air mata kehidupan. Maka dekatkanlah dirimu kepada sang ibu, kalau beliau masih hidup. Karena di kakinyalah kalian akan menemukan syurga. ”
*Resonansi Jiwa

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates